IT di 2026: Dari Automation ke Autonomy, dan Tantangan Baru untuk Teknologi dan Tim TI

Tahun 2026 diprediksi menjadi tahun penting bagi dunia teknologi dan operasi IT (information technology), terutama karena adanya pergeseran besar dari automation tradisional menuju Agentic AI — yaitu kecerdasan buatan yang tidak hanya menganalisis dan merekomendasikan solusi, tetapi juga dapat bertindak secara otonom atas nama sistem atau pengguna. Tren ini dibahas secara mendalam oleh para ahli di episode SolarWinds TechPod 105, yang menghadirkan insight penting tentang bagaimana organisasi harus bersiap menghadapi transformasi besar dalam cara kerja IT.

Di episode ini, para pembawa acara — Sean Sebring dan Chrystal Taylor — bersama tamu dari SolarWinds, Sascha Giese dan Lauren Okruch, menguraikan tren yang dianggap akan memengaruhi strategi, tata kelola, dan arsitektur TI pada tahun mendatang.


1. Agentic AI: Otonomi Menggantikan Automasi

Salah satu tema dominan di 2026 adalah Agentic AI. Berbeda dengan AI tradisional yang biasanya menghasilkan rekomendasi atau membantu menyelesaikan tugas dasar, agentic AI dapat bertindak sendiri untuk mengeksekusi tugas secara otomatis dengan sedikit campur tangan manusia.

Para pembicara menjelaskan bahwa pergeseran ini berarti tim IT akan menjadi pengawas dan auditor AI, bukan sekadar operator yang menjalankan prosedur manual. Seiring agentic AI mengambil alih tugas-tugas rutin dan repetitif, staf TI akan lebih banyak berfokus pada strategi, kebijakan, dan pengendalian risiko — tugas yang memerlukan pemahaman kontekstual dan kebijakan organisasi.

Efeknya, pekerjaan IT tradisional seperti troubleshooting dan ticket handling akan bergeser ke peran yang lebih strategis — misalnya pemantauan hasil AI, memastikan keputusan yang diambil oleh sistem sesuai dengan nilai bisnis, serta mengatur proses governance dan audit.


2. Shadow AI dan Tantangan Governance

Salah satu tren yang juga disebut sebagai ancaman adalah Shadow AI atau shadow vibe apps — istilah untuk alat-alat berbasis AI yang dibuat dan digunakan oleh karyawan secara independen tanpa persetujuan atau pengawasan departemen TI.

Fenomena ini mirip dengan shadow IT, di mana pengguna mengambil alat luar untuk menyelesaikan pekerjaan mereka tanpa koordinasi atau kontrol formal. Dalam konteks agentic AI, risiko ini jauh lebih besar karena sistem 自动 dapat mengakses data, memicu proses, bahkan berintegrasi dengan sistem lain tanpa pengawasan yang tepat.

Para pembicara menekankan bahwa governance dan trust akan menjadi hal krusial di 2026. Organisasi perlu menyusun kebijakan yang jelas untuk mengawasi penggunaan AI — termasuk bagaimana agen-agen ini dibuat, peran apa yang mereka jalankan, dan bagaimana mereka diawasi untuk memastikan tindakan mereka aman dan etis.


3. ITSM yang Berevolusi karena Agentic AI

Dalam 2026, IT Service Management (ITSM) diperkirakan akan berubah secara fundamental karena adanya AI yang bertindak secara otonom.

Tradisionalnya, ITSM berfokus pada penyelesaian tiket layanan dan permintaan pengguna. Namun dengan agentic AI yang dapat menyelesaikan isu sebelum menjadi masalah, proses ITSM akan bermigrasi ke model yang lebih proaktif dan preventive, bukan sekadar responsive.

Misalnya, sebuah agen AI mungkin mendeteksi pola kegagalan layanan sebelum pengguna melaporkannya — bahkan mengatasi masalah secara otomatis dengan mengikuti kebijakan yang telah disusun sebelumnya. Perubahan semacam ini tidak hanya mempercepat waktu tanggapan, tetapi juga merombak cara organisasi mendesain workflow layanan.


4. Pengaruh AI terhadap Energi, Biaya dan Keberlanjutan

Peningkatan penggunaan AI — terutama yang membutuhkan komputasi besar — juga membawa konsekuensi berupa biaya operasional dan konsumsi energi yang lebih tinggi.

Episode membahas pentingnya organisasi memperhitungkan tidak hanya manfaat produktivitas dari AI, tetapi juga energi dan dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Dengan data center yang terus bertambah dan kebutuhan komputasi yang semakin tinggi, menjadi tanggung jawab IT untuk menyeimbangkan efisiensi operasional dan keberlanjutan jangka panjang.


5. Resiliensi, Multi-Cloud dan Right-Compute

Ancaman gangguan layanan dari penyedia cloud besar — baik karena kegagalan teknis maupun faktor eksternal — mendorong organisasi untuk mempertimbangkan strategi multi-cloud dan resilience.

Konsep right-compute first akan semakin populer: artinya keputusan tentang apakah beban kerja harus dijalankan di cloud publik, edge, atau lokal tidak lagi bersifat default — tetapi dipilih berdasarkan kebutuhan kasus penggunaan, biaya, latency, dan risiko.

Resiliensi ini juga berarti merancang arsitektur sistem yang tidak bergantung pada satu penyedia saja, serta mempersiapkan proses cadangan jika terjadi gangguan besar di layer teknologi.


6. TI Tidak Lagi Hanya Cost Center

Menurut analisis para pembicara, peran departemen TI akan terus berubah dari sekadar cost center ke penggerak inovasi organisasi.

Bukan sekadar mendukung operasional sehari-hari, tim TI diposisikan sebagai mitra strategis bisnis — terutama karena AI memungkinkan tim IT berkontribusi pada optimasi proses, percepatan inovasi, dan pengembangan strategi teknologi yang memperkuat nilai bisnis.


Kesimpulan: Kunci Sukses Teknologi di 2026

Tren IT di 2026 bukan sekadar soal teknologi baru, tetapi perubahan dalam cara kerja, strategi, dan governance. Agentic AI membawa peluang besar dalam automasi otonom dan peningkatan efisiensi, namun juga menuntut tata kelola yang matang, kontrol risiko yang ketat, dan penyesuaian budaya kerja.

Organisasi yang berhasil memanfaatkan teknologi ini bukan hanya yang mengadopsinya lebih cepat, tetapi yang menyiapkan struktur, kebijakan, dan budaya yang tepat agar inovasi bisa berjalan dengan aman, efektif, dan berkelanjutan.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan SolarWinds Indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi solarwinds.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!